Panduan Inisiasi Menyusu Dini dan ASI menjelaskan pentingnya inisiasi menyusu segera setelah kelahiran untuk mendukung kesehatan bayi. Materi ini mencakup tahapan inisiasi menyusu, manfaat kolostrum, serta mitos yang sering beredar di masyarakat tentang menyusui. Diperuntukkan bagi ibu dan tenaga kesehatan, panduan ini memberikan informasi praktis tentang cara menyusui yang benar dan manfaat ASI eksklusif. Juga dibahas adalah bahaya pemberian susu formula dan keuntungan menyusui bagi ibu dan bayi. Dengan informasi ini, diharapkan ibu dapat memberikan ASI secara optimal untuk kesehatan bayi.

Key Points

  • Menjelaskan tahapan inisiasi menyusu dini untuk bayi baru lahir.
  • Membahas manfaat kolostrum dan pentingnya ASI eksklusif.
  • Menguraikan mitos umum tentang menyusui yang perlu diluruskan.
  • Menjelaskan bahaya pemberian susu formula pada bayi.
  • Memberikan panduan praktis untuk ibu dalam menyusui dengan benar.
newtopiccyclegrowin
14 pages
newtopiccyclegrowin
14 pages
419
/ 14
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
II.1 Inisiasi Menyusu Dini (IMD)
Inisiasi Menyusu Dini adalah proses bayi menyusu segera setelah
dilahirkan, di mana bayi dibiarkan mencari puting susu ibunya sendiri (tidak
disodorkan ke puting susu).
Inisiasi Menyusu Dini akan sangat membantu dalam keberlangsungan
pemberian ASI eksklusif (ASI saja) dan lama menyusui. Dengan demikian, bayi
akan terpenuhi kebutuhannya hingga usia 2 tahun, dan mencegah anak kurang gizi.
Pemerintah Indonesia mendukung kebijakan WHO dan Unicef yang
merekomendasikan inisiasi menyusu dini sebagai tindakan ‘penyelamatan
kehidupan’, karena inisiasi menyusu dini dapat menyelamatkan 22 persen dari bayi
yang meninggal sebelum usia satu bulan. “Menyusui satu jam pertama kehidupan
yang diawali dengan kontak kulit antara ibu dan bayi dinyatakan sebagai indikator
global.
II.1.2 Tahapan dalam Inisiasi Menyusu Dini
1. Dalam proses melahirkan, ibu disarankan untuk mengurangi/tidak menggunakan
obat kimiawi. Jika ibu menggunakan obat kimiawi terlalu banyak,
dikhawatirkan akan terbawa ASI ke bayi yang nantinya akan menyusu dalam
proses inisiasi menyusu dini.
2. Para petugas kesehatan yang membantu Ibu menjalani proses melahirkan, akan
melakukan kegiatan penanganan kelahiran seperti biasanya. Begitu pula jika ibu
harus menjalani operasi caesar.
3. Setelah lahir, bayi secepatnya dikeringkan seperlunya tanpa menghilangkan
vernix (kulit putih). Vernix (kulit putih) menyamankan kulit bayi.
4. Bayi kemudian ditengkurapkan di dada atau perut ibu, dengan kulit bayi melekat
pada kulit ibu. Untuk mencegah bayi kedinginan, kepala bayi dapat dipakaikan
topi. Kemudian, jika perlu, bayi dan ibu diselimuti.
5. Bayi yang ditengkurapkan di dada atau perut ibu, dibiarkan untuk mencari
sendiri puting susu ibunya (bayi tidak dipaksakan ke puting susu). Pada
dasarnya, bayi memiliki naluri yang kuat untuk mencari puting susu ibunya.
Laporan Promosi Kesehatan IMD dan ASI Eksklusif
4
6. Saat bayi dibiarkan untuk mencari puting susu ibunya, Ibu perlu didukung dan
dibantu untuk mengenali perilaku bayi sebelum menyusu. Posisi ibu yang
berbaring mungkin tidak dapat mengamati dengan jelas apa yang dilakukan oleh
bayi. Bayi akan merangkak mencari puting susu ibunya. Dalam 30 menit
pertama: istirahat keadaan siaga, sekali-sekali melihat ibunya, menyesuaikan
dengan lingkungan. Antara 30 40 menit: mengeluarkan suara, memasukkan
tangan ke mulut, gerakan menghisap, mengeluarkan air liur, bergerak ke arah
payudara (areola sebagai sasaran) dengan kaki menekan perut ibu, Menjilat-jilat
kulit ibu. Sampai di ujung tulang dada: menghentak-hentakan kepala ke dada
ibu, menoleh ke kanan kiri, menyentuh puting susu dengan tangannya.
Menemukan, menjilat, mengulum puting, membuka mulut lebar dan melekat
dengan baik.
7. Bayi dibiarkan tetap dalam posisi kulitnya bersentuhan dengan kulit ibu sampai
proses menyusu pertama selesai.
8. Setelah selesai menyusu awal, bayi baru dipisahkan untuk ditimbang, diukur,
dicap, diberi vitamin K dan tetes mata.
9. Ibu dan bayi tetap bersama dan dirawat-gabung. Rawat-gabung memungkinkan
ibu menyusui bayinya kapan saja si bayi menginginkannya, karena kegiatan
menyusu tidak boleh dijadwal. Rawat-gabung juga akan meningkatkan ikatan
batin antara ibu dengan bayinya, bayi jadi jarang menangis karena selalu merasa
dekat dengan ibu, dan selain itu dapat memudahkan ibu untuk beristirahat dan
Laporan Promosi Kesehatan IMD dan ASI Eksklusif
5
menyusui.
Gambar 1. Proses IMD
II.1.3 Mitos-mitos Inisiasi Menyusu Dini di masyarakat
Mitos adalah sesuatu yang dipercaya oleh masyarakat, tetapi belum tentu
mengandung nilai kebenaran. Mitos biasanya tidak bisa dijelaskan secara ilmiah.
Sedangkan Fakta adalah sesuatu yang benar-benar ada, atau benar-benar terjadi,
dan dapat dibuktikan kebenarannya secara ilmiah. Karena mitos biasanya sudah
ada sejak lama, maka harus dikikis secara perlahan agar tidak menimbulkan
kesalahpahaman. Berikut adalah berbagai mitos seputar menyusui, yang seringkali
menyesatkan dan membuat masyarakat enggan atau tidak mendapat kesempatan
menyusui bayinya yang baru lahir sesegera mungkin.
Mitos Fakta
Setelah melahirkan, ibu terlalu lelah
untuk dapat menyusui.
Kecuali dalam situasi darurat, ibu yang baru
melahirkan mampu meneteki bayinya segera.
Memeluk dan meneteki bayi dapat
menghilangkan rasa Sakit dan lelah ibu
setelah melahirkan.
Bayi baru lahir tidak dapat menyusu
sendiri.
Kalau belum melihat sendiri, tentu Anda tidak
akan percaya bahwa bayi mampu
Laporan Promosi Kesehatan IMD dan ASI Eksklusif
6
/ 14
End of Document
419

FAQs

Apa itu inisiasi menyusu dini dan mengapa penting?
Inisiasi menyusu dini adalah proses di mana bayi mulai menyusu segera setelah lahir, yang sangat penting untuk kesehatan bayi. Proses ini membantu bayi mendapatkan kolostrum, susu pertama yang kaya akan zat kekebalan tubuh. Dengan inisiasi menyusu dini, bayi dapat memenuhi kebutuhannya akan nutrisi dan memperkuat ikatan dengan ibu. Penelitian menunjukkan bahwa inisiasi menyusu dini dapat mengurangi angka kematian bayi yang baru lahir.
Apa saja mitos umum tentang menyusui yang perlu diketahui?
Beberapa mitos umum tentang menyusui termasuk anggapan bahwa ibu yang baru melahirkan tidak mampu menyusui karena kelelahan, atau bahwa bayi tidak dapat menyusu sendiri. Mitos lain menyatakan bahwa kolostrum tidak bermanfaat karena warnanya yang kekuningan. Fakta menunjukkan bahwa kolostrum sangat penting untuk kesehatan bayi dan bahwa ibu biasanya mampu menyusui segera setelah melahirkan, meskipun mungkin merasa lelah.
Mengapa ASI eksklusif penting untuk bayi?
ASI eksklusif adalah satu-satunya makanan yang diperlukan bayi selama enam bulan pertama kehidupannya. ASI mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi, serta zat kekebalan yang melindungi dari berbagai penyakit. Pemberian ASI eksklusif juga membantu mengurangi risiko alergi dan infeksi pada bayi. Selain itu, menyusui dapat memperkuat ikatan emosional antara ibu dan bayi.
Apa bahaya yang terkait dengan pemberian susu formula?
Pemberian susu formula dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan pada bayi, termasuk diare, alergi, dan infeksi. Susu formula tidak mengandung zat kekebalan yang ada dalam ASI, sehingga bayi lebih rentan terhadap penyakit. Selain itu, bayi yang diberi susu formula mungkin mengalami masalah pencernaan karena perut mereka belum siap untuk mencerna makanan selain ASI. Oleh karena itu, ASI eksklusif sangat dianjurkan untuk kesehatan bayi.
Bagaimana cara menyusui yang benar untuk ibu baru?
Menyusui yang benar dimulai dengan memastikan bayi dalam posisi yang tepat, menghadap perut ibu, dan mulut bayi terbuka lebar untuk mendapatkan areola. Ibu harus memegang payudara dengan cara yang mendukung agar bayi dapat menyusu dengan baik. Setelah menyusui, penting untuk sendawakan bayi agar tidak memuntahkan ASI. Menggunakan teknik perlekatan yang baik dapat mencegah masalah seperti puting luka dan memastikan bayi mendapatkan ASI yang cukup.