Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, ISSN: 2477-6157; E-ISSN 2579-6534
Available at https://jurnal.stie-aas.ac.id/index.php/jie
Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 10(03), 2024, 3119-3127
Dampak Job insecurity dan Job Stress terhadap Turnover intention: Peran Mediasi
Kepuasan Kerja di Bank Muamalat Yogyakarta
Ali Fauzi
1)
, Fiki Afif Jauhari
2*)
, Suhada
3)
1
Universitas Nahdhatul Ulama Yogyakarta
2
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
3
Universitas Nahdhatul Ulama Yogyakarta
*Email korespondensi: fikiafifjauhari99@gmail.com
Abstract
This study aims to evaluate the influence of job insecurity and job stress on Turnover intention through job
satisfaction as an intervening variable among employees of PT. Bank Muamalat branch in Yogyakarta. A total of
36 employees were selected as samples using the simple random sampling method. The analysis was conducted
using Structural Equation Modeling (SEM) measurements in Smart PLS 3.2.9. The test results indicate that job
insecurity has a positive and significant impact on Turnover intention, while it does not have a positive and
significant impact on job satisfaction. Job stress has a positive and significant impact on Turnover intention but
does not have a positive and significant impact on job satisfaction. Job satisfaction has a negative and significant
impact on Turnover intention. Additionally, job insecurity and job stress have a positive and significant impact
on Turnover intention through job satisfaction as an intervening variable.
Keywords: Job insecurity, Job stress, Turnover intention, Job Satisfaction
Saran sitasi: Fauzi, A., Jauhari, F. A., & Suhada. (2024). Dampak Job insecurity dan Job Stress terhadap
Turnover intention: Peran Mediasi Kepuasan Kerja di Bank Muamalat Yogyakarta. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam,
10(03), 3119-3127. Doi: http://dx.doi.org/10.29040/jiei.v10i3.15078
DOI: http://dx.doi.org/10.29040/jiei.v10i3.15078
1. PENDAHULUAN
Keberhasilan suatu organisasi atau perusahaan
dalam menjalankan operasional bisnisnya sangat
bergantung pada peran yang dimainkan oleh sumber
daya manusia di dalamnya. Sumber daya manusia
memiliki peran krusial sebagai pengemban fungsi
vital dan menjadi salah satu pilar utama bagi
organisasi dalam mencapai tujuannya. Mencapai
kinerja yang tinggi dan efektif dari setiap anggota
pegawai merupakan tujuan akhir yang diinginkan oleh
suatu organisasi (Afandi et al., 2022). Sumber daya
manusia menjadi penggerak dan pengelola faktor-
faktor produksi dalam suatu organisasi atau
perusahaan. Tanpa adanya sumber daya manusia yang
berkualitas, suatu organisasi atau bisnis sulit untuk
mencapai tujuannya. Untuk mencapai tujuan tersebut,
perusahaan perlu menjaga, membina, dan
menciptakan lingkungan yang nyaman bagi para
pekerjanya. Hal ini bertujuan agar para pekerja yang
memiliki kompetensi tinggi tidak hanya tetap bertahan
di perusahaan, tetapi juga memiliki keinginan untuk
berkontribusi lebih. Terlebih lagi, kurangnya
perhatian dari perusahaan dapat menjadi faktor
penyebab pekerja meninggalkan perusahaan, yang
dapat berdampak negatif pada niatan pendapatan
(revenue intent) perusahaan (Lompoliu at al., 2020)
Pada tahun 2020, Hay Group mencatat bahwa
tingkat Turnover karyawan di Indonesia mencapai
25,8%, menjadikannya negara dengan tingkat
Turnover pegawai tertinggi ketiga di dunia. Fenomena
ini berpotensi menimbulkan kerugian bagi
perusahaan, sebagaimana diungkapkan oleh Mobley
(1982) yang menyatakan bahwa Turnover karyawan
dapat menimbulkan biaya rekrutmen yang lebih besar.
Selain itu, Pricewaterhouse Coopers (PWC)
melaporkan bahwa pada tahun yang sama, tingkat
Turnover karyawan di industri perbankan meningkat
sebesar 15% karena tingginya kebutuhan akan sumber
daya manusia, sementara ketersediaan tenaga kerja
masih belum mencukupi (PWC, 2015).